Ketemu temen-temen di Surabaya. Fahmi yang malam itu dandan rapi jali ala mas-mas kantoran banget, Siwi yang cerewet, Gandhi yang ancur, Angki yang juga ancur, Dena yang sekarang kurusan, dan Kuclukz yang….lhoh, kowe kok wis gede, sih? Perasaan waktu ketemu taun kemaren masih anak-anak banget, masih culun dan gak pemalu kayak sekarang.
Belum pengen cerita banyak-banyak, biar yang lain aja yang cerita *ngeles, tiru-tiru Fahmi*
Cinta yang sudah dipilih sebaiknya diikutkan di setiap langkah kaki, merekatkan jemari, dan berjalanlah kalian bergandengan….karena cinta adalah mengalami.
Dee ~ Filosofi Kopi
Sabtu sore, precil-precil ngajakin jalan, nongkrong di tempat biasa. Jam delapan malem, juragan yang katanya baru dari salon (lagi. astagaaaa….) nyamperin kita di sana. Ngopi, makan, ngabisin makanan saya (tapi dia gak mau bayarin billnya). Pas mau pulang, saya bilang sama juragan, precil yang kecil mau pulang bareng dia, dan yang gede biar nemenin saya. Lha gak mau. Dia bilang sambil ketawa-ketawa ngeselin, ‘Lha, ga mau ah. Siapa bilang gue pulang sekarang? Mau jalan lagi kok.’ Yah…
Ketemu dia lagi waktu ngisi bensin (dan saya pura-pura gak liat, haha…), say hi ke precil-precil (dan kata si precil ‘bu, koreknya diambil ayah, koreknya diambil ayah! hihihi…’), trus saya liat dia ngikutin di belakang, tapi ternyata beneran lhoh dia belok kiri masuk tol lagi. Beneran dah ga pulang tu orang.
Kata si precil gede, “hyahaha…ayah yang aneh. keluarga yang aneh.”
Pulang. Menghirup udara kota kelahiran di pesisir utara pulau Jawa. Memeluk dan mendengar lagi tawa orang-orang tersayang. Ibu-bapak yang semakin sepuh, adik-adik dan beberapa keponakan yang biasanya saya temui hanya setaun sekali saat lebaran tiba, atau yang suaranya cuma bisa saya dengar lewat telepon, dan wajah-wajah lucu mereka saya pandangi dari foto-foto atau bantuan webcam yang kami gunakan kadang-kadang saja.
Saya ingin pulang, dan barangkali saya akan punya kesempatan menemui kawan-kawan lama, mengenang kembali masa-masa yang telah lama lewat, menyinggahi tempat-tempat di mana jejak perjalanan terekam dan sebagian terlupakan.
*Jyuuuumm….enteni nduk Ngalam, bleh. Aku pengen uklam-uklam, cangkruk begejegan ngrungokno jazz mbek awakmu, trus nang Selecta yo Jyum, numpak jaran.